Keheningan malam di Kampung Bulim, Desa Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo, Jambi, berubah mencekam pada Minggu malam, 28 Desember 2025. Sebuah aksi kekerasan brutal merenggut nyawa Zulkifli (42), seorang buruh tani yang dikenal warga sebagai sosok pekerja keras. Korban mengembuskan napas terakhir setelah menjadi sasaran kemarahan membabi buta dari tetangganya sendiri.
Kronologi Kejadian: Maut di Ambang Pintu
Peristiwa memilukan ini bermula sekitar pukul 23.30 WIB. Berdasarkan penelusuran di lapangan, sesaat sebelum kejadian, Zulkifli baru saja menuntaskan keperluan pribadinya. Ia sempat keluar rumah menuju kawasan Simpang Masjid Tanah Tumbuh dengan tujuan mengisi saldo aplikasi dompet digital (Dana).
Nahas, maut seolah sudah mengintai di depan kediamannya. Saat korban baru saja tiba dan hendak melangkah masuk ke dalam rumah, situasi mendadak berubah mencekam. Dari arah seberang jalan, pelaku berinisial TS (27) tiba-tiba muncul sambil menenteng sebilah cangkul. Tanpa peringatan, TS berlari mengejar korban dengan raut wajah penuh emosi.
Upaya Penyelamatan yang Kandas
Menyadari nyawanya terancam, Zulkifli sempat berusaha memberikan perlawanan dengan cara melarikan diri. Namun, kondisi malam yang gelap dan serangan yang mendadak membuat korban kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terjatuh.
Di titik itulah, pelaku TS diduga melampiaskan aksinya dengan keji. Menggunakan cangkul yang dibawanya, pelaku menghantamkan alat pertanian tersebut berkali-kali ke arah kepala korban. Akibat serangan brutal itu, tubuh Zulkifli tersungkur dan masuk ke dalam parit di sekitar pemukiman warga.
Warga sekitar yang mendengar keributan segera keluar untuk memberikan pertolongan. Dengan kondisi luka robek yang sangat parah di bagian kepala, korban dibantu petugas kepolisian dilarikan ke Puskesmas Tanah Tumbuh. Namun sayang, takdir berkata lain. Pihak medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan perawatan intensif akibat pendarahan hebat.
Penangkapan Cepat di Lintas Sumatera
Pihak kepolisian dari Polres Bungo tidak butuh waktu lama untuk merespons laporan warga. Tak sampai beberapa jam setelah kejadian, tepatnya pada Senin dini hari, tim opsional berhasil mengendus keberadaan pelaku.
TS rupanya mencoba menghilangkan jejak dengan melarikan diri keluar daerah. Polisi berhasil mencegat dan mengamankan pelaku saat ia tengah berada di Jalan Lintas Sumatera. Tanpa perlawanan berarti, pemuda berusia 27 tahun tersebut langsung digelandang ke Mapolres Bungo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Misteri di Balik Motif
Hingga saat ini, publik masih bertanya-tanya mengenai alasan di balik tindakan sadis TS. Mengingat mereka tinggal berseberangan jalan, muncul dugaan adanya dendam lama atau perselisihan yang belum terselesaikan. Namun, pihak kepolisian masih bersikap hati-hati dan terus melakukan pendalaman.
"Kami masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku untuk mengungkap motif sebenarnya di balik aksi pembunuhan ini," ujar perwakilan kepolisian setempat.
Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Zulkifli dan menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan pentingnya penyelesaian konflik secara damai demi menghindari tragedi serupa di masa depan.
